Rabu, 19 Desember 2012

Love And Time

Assalamualaikum wr. wb.
Halo pembaca setia blog sampah ini -_-
Aduh sorry banget lama ga posting, pasti kalian sudah lama nunggu cerita bodoh dari si bodoh ini
Sementara blog tetangga sudah full dengan postingannya, mari kita sampahi kembali blog ini.

Hari ini saya akan memberi sebuah cerita tentang cinta. Bukan Cinta Laura tentunya, tapi tentang rasa cinta. (pasti yang jomblo jomblo seneng, apalagi maho maho yang lagi senyum sendiri gara gara baca ini hahahaha). Langsung saja check this out!!!

Alkisah di sebuah pulau, hiduplah beberapa orang makhluk abstrak. Mereka adalah Cinta, Kesedihan, Kegembiraan, Kecantikan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai (sebelum negara api menyerang pastinya).

Namun, pada suatu hari terjadilah badai besar yang menyebabkan air meluap amat amat amaaaaat tinggi (lebay pemirsa) dan air tersebut hampir menenggelamkan seluruh pulau itu. Semua makhluk berusaha menyelamatkan diri, begitu pula saya yang sedang melaporkan kejadian pada saat itu *loooh

Cinta yang tidak bisa berenang hanya bersandar pada sebatang pohon kelapa sambil menunggu seseorang yang mungkin bisa menyelamatkannya. Air sudah mencapai lututnya (gausah protes, ga nerima pertanyaan "emang cinta punya lutut?" gw pasti jawab namanya juga makhluk abstrak, ya suka suka yang cerita deh, oke lanjut). Kemudian, lewatlah KEKAYAAN dengan perahunya yang mewah, Cinta berteriak minta tolong,

        "KEKAYAAAAAAN! KEKAYAAAAAN! Tolonglah aku! Bolehkah aku ikut denganmu?"
     "Maaf, Cinta! Aku tidak bisa membawamu dalam perahuku! Perahu ini sudah penuh dengan harta bendaku!" jawab Kekayaan.

Kekayaan pun terus mengendarai perahunya dan segera meninggalkan pulau. Tidak berapa lama kemudian, lewatlah KEGEMBIRAAN dengan perahunya.

        "KEGEMBIRAAAAN! Tolonglah aku!" teriak Cinta.

Namun, kegembiraan terus berlalu, kenapa? Karena rupanya kegembiraan tidak mendengar suara Cinta karena Kegembiraan terlalu gembira. Kembali Cinta harus terdiam sendiri.

Lalu lewatlah KETAMPANAN. (anggap saja Cinta perempuan, GAK PERLU PROTES! Apalagi nanya emangnya cinta punya kelamin -_-"). Cinta berteriak lagi, (kayaknya cinta hobby nya teriak teriak, apa dia salah satu kenek metro mini di blok M yah -_-), 

        "KETAMPANAAAAAAN! Tolong selamatkan aku! Peeeeelis!"

Namun Ketampanan menolaknya, 

       "Lihat tubuhmu, kotor dan basah, nanti kau akan merusak ketampananku dan merusak perahu indahku ini!" begitu jawabnya sambil terus mendayung perahunya meninggalkan pulau itu.

Sementara air laut sudah setinggi perut Cinta. Dari kejauhan terlihat sebuah perahu lagi, dan itu adalah perahu KESEDIHAN.

        "Kesedihankumohon kali ini, tolonglah aku, tidak ada lagi yang bisa menolongku selain engkau" Cinta kali ini memohon dan tidak berteriak, mungkin karena dikatain kenek metromini kali yah hahahaha.

Kesedihan pun menjawab,

       "Maaf Cinta, aku sedang sedih dan aku hanya ingin sendirian".

Air sudah mencapai leher cinta. Sebentar lagi ia akan tenggelam *klimaks nih*. Ia pun sudah putusa asa dan menutup matanya, menunggu nyawanya dicabut oleh Yang Kuasa (plis ini lagi klimaks, jangan tanya hal itu lagi "emang cinta punya nyawa?). Namun dari kejauhan, datanglah sebuah perahu dengan pengendaranya yang sudah tua. Orang tua itu menarik tangan Cinta dan memasukannya ke perahunya. Kemudian dengan cepat orang tua itu mendayung perahunya meninggalkan pulau yang sudah tenggelam. Cinta terkejut bercampur bahagia. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan langsung pergi. Cinta sadar bahwa ia tidak mengenal orang itu. Ia segera menanyakan kepada penduduk abstrak setempat.
        "Apakah engkau mengenal orang itu?" tanya Cinta kepada penduduk.
        "Orang tua itu?  Oh, dia adalah WAKTU" jawabnya.
        "Tapi mengapa dia menyelamatkanku? padahal kami tidak saling mengenal? Bahkan teman dekatku pun tidak mau menolongku" kata Cinta dengan herannya.
        "Sebab hanya waktulah yang tahu berapa nilai cinta yang sesungguhnya" kata penduduk itu.
*TAMAT*







Bagaimana? gw yakin  kalian adalah pembaca yang cerdas. Ada makna dibalik cerita, mari kita bahas.
Seiring berjalannya waktu, cinta akan datang.
Seiring berjalannya waktu, cinta bisa hilang.
Ketika pertama kali bertemu dengan calon pacar/pasangan kalian. Kalian pasti merasa semua sempurna, merasa nyaman, gembira, senang, pasangan yang tampan, pasangan yang seksi, kekayaan, dan masih banyak lagi. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya dicari oleh pasangan kita. Apakah mereka berpikiran yang sama dengan kalian?  Bagaimana kita tahu cinta yang tulus?
Ya benar! semua akan ketahuan seiring berjalannya waktu. Ketika kalian tidak secantik dan setampan dulu, ketika kalian menghadapi musibah, saat itulah kadar cinta akan diuji. Ketika cinta hanya berasal dari mata, berubahnya pandangan mata turut mengubah nilai cinta tersebut. Namun, kalau cinta berasal dari pertimbangan akal yang jernih, kalau Allah mengizinkan, akan tahan lama. Sejatinya akal tidak seperti mata yang menerima respons dari lingkungan dengan terlalu cepat tanpa pertimbangan. Jadi, ketika kalian bertanya tanya tentang keyakinan rasa cinta, sudah tahu kan ingin bertanya dengan siapa? Ya, waktu yang akan menjawab dengan jelas dan benar! Tunggu waktu yang memberitahukan arti cinta sebenarnya. Thank for read! *kecupbasah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar