Minggu, 19 April 2015

TRIP #2

Assalamualaikum wr.wb.
Sebenernya hati sedang risau karena galau, tapi karena makan tak enak tidur pun tak nyenyak gw akan mulai bercerita melanjutkan THE JOURNEY. Setelah kemarin gw bercerita TRIP #1, sekarang gw akan melanjutkan dalam TRIP #2. TRIP #2 ini spesial kayak martabak, liburan yang satu ini dilakukan dengan cara berbeda dari biasanya, yaitu liburan ala backpacker. Gw yakin kalian pembaca yang cerdas, penjelasan singkat dari gw, backpacker itu punya prinsip kalo liburan itu ga perlu mahal, murah tapi berkesan dan tak terlupakan. Biaya ditekan semurah mungkin, bahkan kalo bisa jadi gembel dan ngemis di tengah jalan *lebay hahaha. Catatan sedikit, kami belum bisa benar benar dibilang backpacker yang profesional karena masih ada banyak kesalahan kesalahan dalam backpackeran yang kami buat.

TRIP #2 ini dilakukan oleh 3 orang termasuk gw sendiri dan 2 orang teman gw. TRIP#2 ini memakan waktu 5 hari dan memiliki rute sebagai berikut: Solo-Bali-Solo. Sudah gw bilang ini perjalanan spesial, kelihatan nya sih cuma 2 kota, tapi sesungguhnya tidak seperti yang kalian pikir hahaha. Oke lah daripada kalian penasaran dan setan disamping saya juga penasaran *malam jumat ini woi! kita langsung mulai aja. Bismillah..

Sebelum ber backpackeran, packing itu penting! Sangat penting. Kurangnya alat/barang pasti menyebabkan masalah dan ujung ujungnya pasti keluar duit tambahan. Salah packing pun bisa menyebabkan tidak enaknya carrier di punggung, sehingga saat perjalanan carrier terasa berat dan sangat mengganggu. Maka harap diperhatikan baik baik packing yang benar, tau sendirilah itu carrier bakal seharian hinggap di punggung kalian hahaha. Berikut barang-barang yang gw bawa pas liburan kemarin.

-Carrier (pastilah carrier dibawa, masa mau pake kantong plastik gitu?)
-Payung (Bacpacker harus ingat pepatah: Sebelum hujan sedia payung)
-Mantel (Gak mungkin kan naik motor make payung?)
-Celana Pendek 3
-Kaos 4
-Kemeja 1
-Alat Mandi (Siapa bilang backpacker jorok?)
-Alat Sholat (Backpacker harus tetap ingat ibadah)
-Alat Komunikasi (HP/BB/WT/boleh make kaleng dikasi tali)
-Charger/Battere
-Kaos Kaki
-Camdig
-Gunting/Pisau Lipat/Cutter/Obeng/Linggis kalo perlu
-Obat-Obatan/Kotak P3K
 -Makanan/Minuman (biar lebih irit)

*Tips: Dalam packing, urutan memasukan barang ke dalam carrier adalah terbalik. Jadi, barang yang mau digunakan lebih dulu, dimasukan terakhir. Jadi barang yang digunakan diletakan secara berurutan. Kalo bisa benda benda berharga di masukan ke dalam carrier yang susah di jangkau atau bisa menggunakan tas ransel kecil. Mantel di bagian paling atas. Obat -obatan di bagian yang paling mudah dijangkau (kdigunakan saat darurat). Packing yang dikatakan sukses adalah ketika tas carier dapat berdiri tegak tanpa sandaran. Carierku aslinya bisa tegak, tapi karena hati ini butuh sandaran akhirnya begitu *melow*.



5 Januari 2013
Perjalanan dimulai dari kost an yang terletak di belakang UNS Solo. Kami lebih memilih naik taksi ke stasiun dengan pertimbangan praktis dan efektif meskipun kami tau betul kalo backpackeran ga boleh naik taksi, ibarat kata barang KW lah itu. Secara naik taksi 3 orang dari UNS ke Stasiun Jebres cuman 15rb dan itu dibagi 3, jadi 5rb per orang, sama kayak naik Batik Solo Trans (Bus Kota di Solo). Jadwal pemberangkatan kereta ekonomi Sri Tanjung yaitu 09.00 dan tercantum pada tiket seat 11 ABC yang telah menunggu kami sejak kereta berangkat dari Jogja. Harap harap cemas seperti menanti nilai UN keluar ketika kami bertanya tanya siapa yang akan duduk didepan seat kami nanti, karena hal tersebut akan menentukan tingkat kebosanan di dalam kereta nanti. Alhamdulillah, 3 laki laki SMA dengan kaos metal gambar tengkorak di dadanya. Deden, Rifki, dan Yuda, 3 anak laki laki ini yang menemani kami selama di perjalanan menuju Stasiun Banyuwangi. Mereka bertiga bertujuan ke Jember seusai liburannya di Jogja. Banyak hal yang kami lakukan bersama, mulai dari main kartu, makan, tidur hingga pipis bareng. Kami lebih banyak bertukar cerita tentang pengalaman serta dunia kami masing-masing. Musik metal, tips masuk Perguruan Tinggi, hunting foto, tempat liburan, tempat tinggal, serta tidak ketinggalan mengenai perempuan. Singkat cerita bersamaan menepinya matahari dan gelap datang, tepat pukul 8 pm semua senyum 3 anak itu berakhir dengan raut muka yang sedih. Perpisahan..mengakhiri perjumpaan kami di dalam kereta yang telah sampai di Stasiun Jember. Senyum yang lebar kami persembahkan untuk 3 anak itu agar mereka terus bersemangat mengejar mimpinya, dan semoga kita dapat bertemu lagi kawan!



 Selama perjalanan Solo-Banyuwangi kami melewati banyak stasiun. Stasiun stasiun tersebut antara lain:

Solo (start) - sragen - kedungbanteng - walikukun - kedunggalar - paron narat - madiun - caruban- nganjuk - kertosono - jombang - mojokerto - kedinding - kriun - sepanjang - wonokromo - gubeng - wonokromo (entah kenapa wonokromo lagi) - gedangan - sidoardjo - bangil - pasuruan - probolinggo - klakar - jatirono - tanggul - rambipuji - jember - kalisat - kalibaru - glenmore - sumberwadung - temuguruh - rojojampi - karangasem - banyuwangi (finish)

Berangkat pukul 9 pagi dari Stasiun Jebres sampai Banyuwangi pukul 11.50 tengah malam. Jika kalian bukan orang yang sabar menunggu, LEBIH BAIK JANGAN! Mungkin saya akan lebih memilih naik bus atau kendaraan pribadi untuk selanjutnya. Naik kereta ekonomi yang masih non AC selama 12 jam bila tidak bersama orang yang tepat, itu seperti dikunciin dikamar mandi.

 Muka bego teman saya Wahyu Ramdhani yang telah menghirup aroma toilet selama 6jam terakhir.
 Muka saya yang sampai jelek begitu. (padahal jelek sejak lahir)

Dari Stasiun Banyuwangi kami langsung menuju Pelabuhan Ketapang. Tidak perlu bingung untuk yang baru pertama kali, karena saat berjalan kaki ke pelabuhan biasanya berbarengan dengan orang yang cukup banyak, entah itu traveler, turis, atau penduduk. Hanya sekitar 6 menit berjalan kaki, kita sudah sampai di pelabuhan, jadi tidak perlu naik angkutan, becak, atau ojek.


Cahyo Wisnu narsis di pelabuhan

6 Januari 2013
Sudah memasuki WITA dan bukan lagi WIB. Dengan tiket yang sudah ditangan kami segera naik Kapal Ferry yang sebagian besar penumpangnya mamang-mamang. Jadi harus berhati-hati untuk yang membawa barang-barang berharga. Saran saya untuk perempuan tidak perlu menggunakan pakaian seksi disini dan tidak perlu mengeluarkan gadget atau benda berharga lainnya jika tidak ingin semua  bola mata mamang mamang seram itu menuju padamu. Start pukul 00:00 dan berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk pukul 00:45. Disini kalian tidak perlu panik atau bingung, ikuti saja rombongan yang berjalan menuju pintu keluar pelabuhan. Disana kita pasti akan dimintai KTP atau SIM untuk di cek. Setelah itu langsung saja cari bus besar yang biasanya bernama "Gunung Harta" atau "Dahlia Indah" yang menuju Terminal Mengi. Perjalanan yang cukup jauh ditempuh selama 3 jam dengan kecepatan dan supir yang cukup gila (Jika anda Bismania pasti senang). Jalanan naik turun gunung seperti sirkuit. Tau film "Initial D"? nah di film itu kan ada mobil Toyota AE86 yang balapan, nah kalo di Indonesia ada Bus 1525 dengan chasis panjang turun gunung yang balapan haha. Tapi tenang, semua supir nampak sudah ahli dan berpengalaman..so kemungkinan kecelakaan kecil dan semua tergantung takdir Allah SWT. Jadi saran saya jangan lupa berdoa sebelum naik bus hehe.

 Suasana di dalam kapal ferry. Live karaoke bersama mamang mamang kece.
Hot Seat di atas Bus Dahlia Indah yang sedang membalap Gunung Harta di depannya. (Info: Speed 90km/jam hahahaha)

 Sesampainya di Terminal Mengi sekitar pukul 3 pagi WITA. Dan disana kita akan disuguhi puluhan calo, entah calo taksi, atau calo angkot. Disini pasti akan galau, naik angkot yang bayar 20rb atau taksi yang bayar 30rb. Saran saya lebih pilih naik angkot yang masih bisa ditawar, apalagi jika kalian pergi dengan jumlah orang lebih dari 6-10orang. Itu lebih menguntungkan karena bisa menyewa 1 angkot secara langsung dan harganya pun bisa borongan sekitar 10-15rb/orang. Naik taksi dengan ongkos 30rb/orang enak? Siapa bilang? Meskipun diantar sampai hotel atau penginapan, percaya atau tidak didalam taksi sedan tersebut ada 6 orang di dalamnya.

Sebagai backpacker yang seharusnya bisa hemat menginap di pombensin, tapi kami lebih memilih homestay. Pukul 7 am...Sesampainya di Homestay yang beralamat di jalan sesetan (untuk info homestay bisa hubungi saya, karena homestay tersebut milik bos teman saya jadi disewakan hanya untuk orang yang mereka kenal saja) kita langsung istirahat tidur sembari berberes barang.

14:29 WITA - Mencari makan dan langsung menuju Penon dan Museum sembari menguji dua motor yang kami sewa untuk 3 hari. Saran saya, bawa GPS, Map, dan jangan malu bertanya kepada penduduk. Ready For Sunset Kuta Beach..menunggu, duduk diam, dan bernafas sambil melihat matahari yang terus turun menghampiri garis laut. Ini yang saya suka, bukan alkohol, bar, atau bule berbikini (tapi sedikit boleh lah).


 Ini bukan bule berbikini! Ini Cahyo!
 Nah ini sunset not perfect..but better lah..

Di Kuta ada Mall yang cukup besar dan keren. Cocok buat kalian yang gaul dan berduit banyak. Apalagi buat duduk diner bareng kekasih *hopeless*. Jalan jalan ke mall bukan tabiat saya, tapi mau bagaimana lagi ketika teman memaksa jalan jalan melihat barang barang mahal dan bagus yang dijual disana. 20.23 WITA sudah bisa bobo nyenyak setelah makan malam bersama dua teman kami di salah satu tempat makan terkenal di Bali.

 Ini namanya ayam betutu *yummy*
Yang ini namanya sate lilit khas bali..saya makan ini..rasanya enak!!

Sekedar saran, makan beginian cukup mahal antara 20-50rb/porsi. Jadi alangkah baiknya, pesan 1 porsi dibagi dua atau tiga orang. BUKAN PELIT, TAPI HEMAT! Duitnya bisa digunakan buat hal lain..

"Wahyu ini apa?" *pegaaang*. Foto unsur paksaan ini jadi jangan mengira bahwa saya se mesum itu. (dikit gapapa ya?)


7 Januari 2013
Ada SUNSET maka ada SUNRISE! Hay matahari, aku dataaang..teriak jam 4 pagi di Homestay. Sanur adalah tujuan kami berikutnya. Subhanallah...MENDUNG!!!!! Saya tidak dapat mengambil gambar apa-apa, selain ini...





14:37 WITA..Kami otw TANAH LOT dari Sukowati. Ingat bawa GPS, atau MAP. Sukowati itu semacam tempat belanja oleh-oleh. Harganya relatif menengah kebawah. Ada pakaian, makanan, hingga barang barang seni yang berbentuk aneh aneh hingga ada yang berbentuk seperti kelamin. Sukowati-Tanah Lot lumayan jauh, jadi harus makan siang dulu. Kami menemukan warung yang menjual nasi bungkus semacam warung HIK di Solo. Satu bungkus 3rb lumayan buat ganjal perut sampai malam. Tiket masuk Tanah Lot 12rb/orang. Dan apa yang kami dapat? HUJAAAAAAAAAN! Dan beberapa turis cantik berkulit putih dan bermata sipit *love it*. Ini beberapa foto yang kami dapat di Tanah Lot..

 Mirip Wahyuuuuu... :D




 Ini mirip patungnyaaa..hahaha *eh kebalik, ini Wahyu*
Sedih, inilah sunset yang seharusnya jadi moment indah di Tanah Lot...


BERSAMBUNG..

Love Quote

Islam didn’t make it Haram for you to fall in love. It didn’t forbid you from wanting someone. It only guides that love so it protects you, her, your families and especially saves you from humiliation on judgment day. If you love her so much, why are you ok with letting her engage in this questionable relationship knowing full well that she will have to answer Allah just like you will. You don’t love her enough to save her from that?

 

A Quote By

Nouman Ali Khan

 

Selasa, 28 Januari 2014

Why do you hate caterpillars while you love butterflies

Kupu kupu.. Siapa yang tidak tahu kupu kupu, salah satu ciptaan Allah yang diciptakan dengan keindahan. Keindahan tersebut didapat melalui proses yang cukup panjang. Membutuhkan perjuangan yang amat besar serta waktu yang tidak sedikit. Itulah keindahan yang tidak tercipta begitu saja, namun membutuhkan niat dan usaha dari yang bersangkutan. 
“Why do you hate caterpillars while you love butterflies”
Ulat, mungkin tidak sedikit yang membencinya. Menjijikan,menyeramkan, gatal? Seandainya ulat dapat berbicara mungkin dia akan bertanya “Mengapa kalian tidak menyukaiku, tapi lebih memilih kupu kupu?”. Entahlah..mungkin jika saya menjadi ulat, saya akan bertanya seperti itu. Sejak saya menyadari arti dari proses keindahan, saya mulai belajar menghargai semua perjuangan manusia untuk menuju kesempurnaan. Apalagi yang dapat saya lakukan selain membantu orang-orang  yang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik?

Suatu kebahagiaan bisa membantu dan menyaksikan proses perubahan manusia untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Wahyu..seorang sahabat yang hampir 4 tahun saya kenal. Banyak waktu yang saya habiskan bersamanya, sehingga saya mengetahui banyak hal dengannya. Mungkin banyak yang harus saya ceritakan, dan mungkin juga harus flashback ke 4 tahun yang lalu sebelum Whayu bertemu dengan saya, namun semua akan saya sampaikan secara singkat.

Wahyu memang tidak pernah berpacaran, mungkin postingan sebelumnya di Cerita Sahabat bisa menggambarkan sifatnya secara jelas dan keseluruhan. Semenjak Wahyu bisa dikatakan mulai tidak dihargai oleh wanita yang dia cintai, saya memulai semuanya. Saya membantu untuk merubah sebagian kekurangannya sebisa saya. Mulai dari sifat, pola pikir, kebiasaan, hingga fisik. Serangan-serangan psikologis saya lakukan kepadanya, melalui pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya berpikir lebih keras. Alhamdulillah, membuatnya lebih peka dan membuka mata, hati dan pikirannya. Saat semua sifat, watak, pola pikir, mulai mengalami perubahan secara perlahan, saya bekerja keras membuatnya untuk menjadi lelaki yang layak dipanggil sebagai seorang Pria. Kegiatan olahraga yang saya masukkan ke dalam list tugasnya, sebisa mungkin mengurangi lemak dalam tubuhnya. Membentuk badan memang tidak mudah, apalagi jika hanya berangan-angan. Jogging, rennang, push up, sit up..semua cara saya lakukan agar dia bisa melakukannya secara rutin. Alhamdulillah, saat berbelanja kemarin..dia mulai sadar akan pentingnya rutinitas yang saya terapkan. Satu setelan jas beserta kemeja dan celana hitam nampak pantas di tubuhnya, tidak ada lagi ukuran XL. Mungkin saat foto studio nanti dia akan tampak lebih gagah daripada lainnya, itu yang saya harapkan dari semua usaha yang saya lakukan..Tampan Berkualitas. Dari dalam sudah, dan dari luar sudah, sekarang semua tergantung dirinya sendiri. Yang jelas kewajiban saya sudah saya lakukan, semoga dia bisa jauh lebih baik..aamiin.

Mungkin saya belum pernah berbicara mengenai orang ini..sebut saja Awa. Memang belum lama saya mengenalnya, namun saya tahu banyak hal tentangnya dari Wahyu. Semenjak saya mengatakan beberapa fakta mengenai  cinta, dan saya menyerangnya dengan beberapa argumen yang membuatnnya berpikir keras akan kehidupannya saat itu. Ketika suatu hubungan tidak lagi bermanfaat, alasan alasan konyol yang menyebabkan pertengkaran, sikap-sikap yang  tidak harusnya dilakukan, dan ketika nilai kebahagiaan dipertaruhkan dalam cinta. Membutuhkan banyak waktu memang untuk merubah pola pikir seoranng  wanita yang lebih sering menggunakan hati ketimbang logikanya. Tangisan, yang sering Awa tunjukkan ketika dia mulai kehilangan kebahagiaannya. Saat itu saya mulai benar-benar serius untuk menangani semua masalahnya, alasannya hanya karena saya tidak senang ketika perempuan menangis. Semua nasehat dan motivasi saya berikan kepadanya, baik secara bertatap muka maupun melalui media elektronik. Awalnya memang sulit, namun dengan semua doa dan bantuan yang diberikan oleh Allah..saya membuatnya menjadi mudah.

Alhamdulillah, sejak Awa memotong, menggunting, dan membuang foto fotonya bersama mantan pacarnya tersebut, membuat saya semakin yakin dan terus maju untuk merubahnya menjadi perempuan yang jauh lebih baik. Pendekatan kali ini berbeda dengan Wahyu yang lebih sering menggunakan pertanyaan-pertanyaan dan argumen yang bersifat psikis yang langsung menyeranng hati dan  otaknya. Untuk Awa, saya menggunakan pendekatan melalui agama. Ya seperti yang saya katakann sebelumnya, wanita lebih sering menggunakan hati, bukan logika berpikirnya. Ketika hatinya diserang, maka logikanya pun tidak dapat berjalan. Namun melalui hatinya yang rusak itulah cara termudah untuk merubah semuanya. Saya masukkan beberapa teori dan ilmu agama kedalam hatinya. Sedikit bercerita mengenai kebesaran dan kehendak Allah Yang Maha Sempurna. Sentuhan sedikit mengenai cinta orang tua dan cinta kepada diri sendiri.

Alhamdulillah...Awa banyak mengalami perubahan meskipun ada hal-hal yang diketahuinya itu salah, namun saya biarkan selama itu tidak membuatnya salah jalan. Beberapa kali dia menghubungi ingin bercerita melalui telepon, namun saya lebih sering menolaknya dengan sedikit kebohongan. Alasannya adalah saya tidak mau Awa bergantung kepada saya, saya ingin dia berubah karena dirinya sendiri. Tentu saya tidak melepasnya begitu saja, beberapa kali saya bertanya keadaannya. Dengan tindakan saya yang tidak menanggapinya, tujuan utamanya adalah agar Awa kembali kepada Allah. Bercerita dan berdoa kepadaNya, dan hanya bergantung kepadaNya. Alhasil..semua yang saya lakukan benar. Hanya beberapa minggu Awa dapat merubah semua kebutaannya akan cinta. Tidak hanya itu, Awa saat ini sudah mengenakan jilbab..Subhanallah. Inilah jalan yang diberikan olehNya untuk Awa. Melalui proses yang menyakitkan dan cukup untuk menghancurkan hatinya.

Alhamdulillah..dengan kemudahan yang Allah berikan kepada mereka, semua mengalami perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kewajiban saya pun terpenuhi, meskipun kedua teman saya ini pasti membutuhkan saya lagi, namun Insya Allah saya siap. Dua teman saya ibarat kupu-kupu yang saya ceritakan sebelumnya, meskipun masih jauh dari keindahan. Namun arti dari sebuah proses itulah yang lebih berharga ketimbang hasil.  Semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa niat dan tindakan dari mereka sendiri. Saya hanya perantara atau mungkin sebagai prasarana. Semoga mereka bisa jauh lebih baik  dari sekarang..aamiin
Saat ini dua kupu-kupu ku sedang terbang menuju ke selatan. Mencari pencerahan untuk berubah menjadi kupu-kupu yang jauh lebih cantik dari sebelumnya. Banyak yang  saya harapkan, dan semakin banyak juga sesuatu yang harus saya lakukan. Sempat saya berpikir, apakah dua keindahan itu dapat bersatu serta menciptakan keindahan cinta dan cerita kehidupan yang lebih baik. Semoga..Aamiin


Instruktur Senam Gila Penuh Senyum

Assalamualaikum Wr. Wb..
24 Januari 2014, Jumat pagi ketika saya sudah berada di kantor ini. Selama sebulan dari tanggal 7 Januari 2014 saya memang sedang menjalani magang di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Yogyakarta untuk memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa hukum UNS. Dengan pakaian polo kerah yang bukan sama sekali style-ku dan training hitam bertuliskan karate di kanan dan kirinya yang anehnya saya belum pernah sama sekali belajar bela diri karate..saya siap untuk senam.

Lantunan musik dengan irama yang membuat badan kami lebih semangat sudah terdengar di gendang telinga dan merasuki tiap pori-pori kulit kami. Para pegawai yang lain sudah memenuhi tempat biasa yang digunakan oleh kami untuk senam, sementara beberapa teman magang saya masih belum datang, ya memang mereka lebih sering terlambat seperti hari biasanya. Para pegawai serta mahasiswa magang sudah membentuk barisan-barisan layaknya tentara nasional. Disini memang rutin diadakan senam pagi bahkan masuk ke dalam SKP (Sasaran Kerja Pegawai), sehingga instruktur senam selalu ada setiap jumat pagi untuk memimpin barisan senam. Instruktur senam itu sendiri selalu berganti tiap jumatnya, mungkin dengan alasan agar tidak cepat bosan. Jadi gerakan senamnya pun berubah-ubah dan tidak bisa dihafal karena gerakan senamnya mengikuti instruktur, sehingga tingkat kesulitan gerakan tergantung dengan tingkat kreatifitas instruktur senam. Saya pun menatap kedepan, menanti seperti apa instruktur senam jumat ini dan bagaimana gerakan senam hari ini.

Matahari masih tertutup awan abu gelap, namun tetap memberikan kehangatan melalui cahaya yang menembus melalui celahnya. Dan hari ini sang instruktur sudah berdiri siap dengan musiknya di depan barisan kami. Senyum yang lebar dengan barisan gigi yang sedikit menonjol keluar seakan merangkul seluruh barisan senam. Beberapa menit-menit pertama masih berjalan normal, diawali dengan gerakan-gerakan pembuka senam yang biasa disebut pemanasan. Menit selanjutnya, saat tempo musik semakin cepat..keanehan mulai terjadi *musik horor.

Gerakan yang mulanya masih dapat dikatakan senam yang “wajar” mulai menjadi senam yang tidak “wajar”. Muncul gerakan-gerakan yang tidak lazim dan menurut saya sangat aneh. Saat saya sadar senam ini adalah senam lansia. Astaga! Mendadak saya merasa 40tahun lebih tua. Saat saya mulai ragu untuk mengikuti instruktur gila yang selalu tersenyum dan mengeluarkan bunyi dari mulutnya di per setiap gerakannya itu, saya mencoba melihat sekitar. Alhasil, tidak hanya saya yang merasa aneh, namun hampir semua orang yang senam merasa aneh, hal tersebut dapat dilihat dari mukanya dengan satu alis yang terangkat. Semakin banyak gerakan aneh, semakin banyak juga bunyi bunyian yang dikeluarkan dari mulutnya, membuat saya berkesimpulan, INSTRUKTUR GILA!

Seharusnya dia tahu tempat, dimana dia memberikan senam. Dan seharusnya dia tahu dan melihat siapa peserta senamnya. HARUSNYA! Atau mungkin instruktur tersebut tidak memiliki gerakan lain? Bahkan musik pengiringnya itu sendiri pun aneh. Entah darimana dia berasal, yang jelas saya merasa kasihan ketika semua mata aneh peserta senam tertuju padanya.

Disatu sisi saya bangga kepadanya, karena dari 3 instruktur senam hanya dialah yang berbusana “sopan”. Instruktur yang sebelumnya mengenakan pakaian senam yang sangat ketat, dan sempat “mengeluarkan beberapa isi tubuhnya”. Selain itu, senyumnya yang tidak pernah dia lupakan serta semangatnya yang terus membara selama senam. Dan yang terakhir adalah kepercayaan dirinya yang lebih daripada lainnya. Dengan gerakan-gerakan absurd yang dia ciptakan, dia dapat meyakinkan orang lain untuk mengikutinya. Jika saya mungkin akan malu dengan apa yang saya ciptakan seperti itu.

Maaf yang ingin sekali saya ucapkan padanya, saya sudah berpikir negatif tentang dirinya. Padahal saya belajar sesuatu yang penting darinya, yaitu percaya diri dengan apa yang kita ciptakan sendiri. Dia lebih bisa menghargai, mensyukuri, dan memanfaatkan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Dan saya? Masih belum. Inilah mengapa saya bilang “jangan pernah menghakimi dari apa yang kalian lihat, coba dengarkan, rasakan, dan cari tahu kebenaran”.

Saya pun jadi teringat ibu saya, yang sangat senang sekali senam bahkan pernah dimintai oleh orang lain untuk menjadi instruktur senam. Rindu rasanya setelah beberapa bulan ini tidak bertemu. Mungkin saya akan lebih mengingatkan kepada ibu saya mengenai berpakaian dalam senam, agar ibu tidak dihakimi oleh orang orang yang hanya melihatnya seperti halnya diriku terhadap instruktur tersebut.

Senin, 27 Januari 2014

Terima Kasih Hujan

Pernah kalian merasakan seperti kotoran? Entah kotoran sapi atau kotoran kucing. Sekali lagi saya membuat diri saya sendiri menjadi tidak berharga. Perbuatan-perbuatan bodoh yang saya lakukan mengakibatkan kegelisahan dalam diri saya. Mungkin kembali lagi saya lupa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada saya. Namun ini memang cukup berat, atau mungkin saya yang berlebihan sehingga membuatnya menjadi lebih berat. Mungkin banyak yang bilang bahwa lebih baik saya melakukan hal  lain yang lebih penting daripada seperti ini. Mengeluh..siapa juga yang ingin melakukan hal ini, selain pecundang. Dalam kenyataannya banyak manusia termasuk saya di dalamnya yang sering mengeluh.

Entah apa yang membuat ini menjadi sulit untuk saya. Padahal banyak hal-hal sulit diluar sana yang telah saya buat menjadi mudah, meskipun hal sulit tersebut bukan masalahku melainkan masalah orang lain. Bak pahlawan bagi orang lain, namun tidak bisa menjadi pahlawan untuk diri sendiri..menyedihkan. Itulah mengapa saya sering mengatakan bahwa  

“dukun tidak dapat memperkaya dirinya sendiri, bahkan dokter pun juga bisa sakit dan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya, atau seperti tukang gali kubur yang tidak biisa menggali kuburannya sendiri ketika dia sudah mati".

Saya masih beruntung memiliki banyak sahabat, dan keluarga. Apa hal tersebut membantu? Kenyataannya tidak bisa membuat hati ini lebih tenang..senyum palsu yang hanya saya berikan kepada mereka. Menyembunyikan semua masalah ini seolah saya adalah manusia paling bahagia di depan mereka. Berharap mereka pun juga bisa berbahagia atas masalahnya. Logikanya, mana ada dokter yang sedang sakit, namun secara bersamaan menyembuhkan orang sakit lainnya. Sebenarnya apa masalahnya pun saya kurang paham..aneh memang.

Mungkin saya hanya sedang berada di ujung jalan dan tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Saya mempunyai tujuan namun seperti kata favorit saya di film 21 again yaitu "I Lost My Way". Pernah kalian merasa kehilangan jati diri kalian sendiri? Semacam perubahan dalam diri sendiri sehingga kehilangan jati diri yang dulu telah ada. Proses pendewasaan, menuju dewasa namun belum dewasa..itu yang dikatakan sahabat saya. Perubahan memang baik tetapi untuk apa jika tidak bisa menjadi diri sendiri? Klamufalse. Seolah saya mengenakan topeng dan membohongi diri sendiri. Mereka bilang saya pahlawan, namun saya merasa tidak lebih dari seorang laki-laki pengecut yang kalah oleh kenyataan. 
Mungkin harus saya sudahi tulisan ini sebelum saya menyalahkan takdir yang diberikanNya.  Disini saya diberi rasa kecewa ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Saya terus mencoba dan berusaha, namun semuanya diluar batas kemampuan dan tidak sesuai yang diharapkan. Saya kalah pada dunia. Mungkin jika ada malaikat disini saya akan banyak bertanya tentang takdir saya, karena semua yang saya lakukan selalu saja salah. Sebenarnya saya sadar, bahwa saya terlalu banyak mengeluh. Banyak bertanya dan mencari tahu soal takdir. Banyak mengada-ada dan berharap kepada takdir. Dan ketika semua tidak sesuai dengan harapan dan perjuangan, BLAM!!! Semua hancur!
Allah itu Maha Baik..memang saya tidak mendapatkan jawaban tentang bagaimana dan kemana jalan saya. Namun Allah mengirimkan hujan untuk saya dan saya belajar banyak dari hujan. Apa yang saya pelajari dari hujan?

Hujan..kemana mereka akan pergi? Kapan hujan akan turun? Tak ada jawaban pasti atas pertanyaan itu, yang jelas mungkin kita sama-sama tahu bahwa hujan pasti akan turun bila sudah waktunya dan hujan akan selalu pergi kemanapun alam membawanya. Apak hujan pernah bertanya tentang takdirnya? Kapan dia akan turun? Kemana dia akan jatuh?

Saya belajar sabar dari hujan, dimana hujan selalu sabar menunggu kapan mereka harus turun. Saya juga belajar tentang tawakal, ketika hujan menyerahkan semuanya kepada alam kemana mereka harus pergi. Dan saya juga tahu rasa ikhlas, karena hujan tidak pernah mengeluh atas semua yang mereka alami. Saya hanya harus seperti hujan yang selalu sabar, tawakal, dan ikhlas. Semua sudah ada jalannya bila memang sudah waktunya. Saya hanya harus menyiapkan semua kebutuhan saya untuk menjalani petualangan hidup seperti hujan yang selalu bersabar di langit mengumpulkan semua gumpalan air dalam awan untuk turun menjadi hujan dan melanjutkan petualangannya melewati tanah, sungai, laut dan kembali lagi ke langit.

Malam ini sendu, dan saya banyak belajar dari hujan..terimakasih hujan. Jika hujan dapat menulis blog, apakah mereka akan mengeluh hal yang sama tentang takdir? Alhamdulillah, melalui hujan saya diberi petunjuk disaat saya benar benar tersesat..