Selasa, 28 Januari 2014

Why do you hate caterpillars while you love butterflies

Kupu kupu.. Siapa yang tidak tahu kupu kupu, salah satu ciptaan Allah yang diciptakan dengan keindahan. Keindahan tersebut didapat melalui proses yang cukup panjang. Membutuhkan perjuangan yang amat besar serta waktu yang tidak sedikit. Itulah keindahan yang tidak tercipta begitu saja, namun membutuhkan niat dan usaha dari yang bersangkutan. 
“Why do you hate caterpillars while you love butterflies”
Ulat, mungkin tidak sedikit yang membencinya. Menjijikan,menyeramkan, gatal? Seandainya ulat dapat berbicara mungkin dia akan bertanya “Mengapa kalian tidak menyukaiku, tapi lebih memilih kupu kupu?”. Entahlah..mungkin jika saya menjadi ulat, saya akan bertanya seperti itu. Sejak saya menyadari arti dari proses keindahan, saya mulai belajar menghargai semua perjuangan manusia untuk menuju kesempurnaan. Apalagi yang dapat saya lakukan selain membantu orang-orang  yang ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik?

Suatu kebahagiaan bisa membantu dan menyaksikan proses perubahan manusia untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Wahyu..seorang sahabat yang hampir 4 tahun saya kenal. Banyak waktu yang saya habiskan bersamanya, sehingga saya mengetahui banyak hal dengannya. Mungkin banyak yang harus saya ceritakan, dan mungkin juga harus flashback ke 4 tahun yang lalu sebelum Whayu bertemu dengan saya, namun semua akan saya sampaikan secara singkat.

Wahyu memang tidak pernah berpacaran, mungkin postingan sebelumnya di Cerita Sahabat bisa menggambarkan sifatnya secara jelas dan keseluruhan. Semenjak Wahyu bisa dikatakan mulai tidak dihargai oleh wanita yang dia cintai, saya memulai semuanya. Saya membantu untuk merubah sebagian kekurangannya sebisa saya. Mulai dari sifat, pola pikir, kebiasaan, hingga fisik. Serangan-serangan psikologis saya lakukan kepadanya, melalui pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya berpikir lebih keras. Alhamdulillah, membuatnya lebih peka dan membuka mata, hati dan pikirannya. Saat semua sifat, watak, pola pikir, mulai mengalami perubahan secara perlahan, saya bekerja keras membuatnya untuk menjadi lelaki yang layak dipanggil sebagai seorang Pria. Kegiatan olahraga yang saya masukkan ke dalam list tugasnya, sebisa mungkin mengurangi lemak dalam tubuhnya. Membentuk badan memang tidak mudah, apalagi jika hanya berangan-angan. Jogging, rennang, push up, sit up..semua cara saya lakukan agar dia bisa melakukannya secara rutin. Alhamdulillah, saat berbelanja kemarin..dia mulai sadar akan pentingnya rutinitas yang saya terapkan. Satu setelan jas beserta kemeja dan celana hitam nampak pantas di tubuhnya, tidak ada lagi ukuran XL. Mungkin saat foto studio nanti dia akan tampak lebih gagah daripada lainnya, itu yang saya harapkan dari semua usaha yang saya lakukan..Tampan Berkualitas. Dari dalam sudah, dan dari luar sudah, sekarang semua tergantung dirinya sendiri. Yang jelas kewajiban saya sudah saya lakukan, semoga dia bisa jauh lebih baik..aamiin.

Mungkin saya belum pernah berbicara mengenai orang ini..sebut saja Awa. Memang belum lama saya mengenalnya, namun saya tahu banyak hal tentangnya dari Wahyu. Semenjak saya mengatakan beberapa fakta mengenai  cinta, dan saya menyerangnya dengan beberapa argumen yang membuatnnya berpikir keras akan kehidupannya saat itu. Ketika suatu hubungan tidak lagi bermanfaat, alasan alasan konyol yang menyebabkan pertengkaran, sikap-sikap yang  tidak harusnya dilakukan, dan ketika nilai kebahagiaan dipertaruhkan dalam cinta. Membutuhkan banyak waktu memang untuk merubah pola pikir seoranng  wanita yang lebih sering menggunakan hati ketimbang logikanya. Tangisan, yang sering Awa tunjukkan ketika dia mulai kehilangan kebahagiaannya. Saat itu saya mulai benar-benar serius untuk menangani semua masalahnya, alasannya hanya karena saya tidak senang ketika perempuan menangis. Semua nasehat dan motivasi saya berikan kepadanya, baik secara bertatap muka maupun melalui media elektronik. Awalnya memang sulit, namun dengan semua doa dan bantuan yang diberikan oleh Allah..saya membuatnya menjadi mudah.

Alhamdulillah, sejak Awa memotong, menggunting, dan membuang foto fotonya bersama mantan pacarnya tersebut, membuat saya semakin yakin dan terus maju untuk merubahnya menjadi perempuan yang jauh lebih baik. Pendekatan kali ini berbeda dengan Wahyu yang lebih sering menggunakan pertanyaan-pertanyaan dan argumen yang bersifat psikis yang langsung menyeranng hati dan  otaknya. Untuk Awa, saya menggunakan pendekatan melalui agama. Ya seperti yang saya katakann sebelumnya, wanita lebih sering menggunakan hati, bukan logika berpikirnya. Ketika hatinya diserang, maka logikanya pun tidak dapat berjalan. Namun melalui hatinya yang rusak itulah cara termudah untuk merubah semuanya. Saya masukkan beberapa teori dan ilmu agama kedalam hatinya. Sedikit bercerita mengenai kebesaran dan kehendak Allah Yang Maha Sempurna. Sentuhan sedikit mengenai cinta orang tua dan cinta kepada diri sendiri.

Alhamdulillah...Awa banyak mengalami perubahan meskipun ada hal-hal yang diketahuinya itu salah, namun saya biarkan selama itu tidak membuatnya salah jalan. Beberapa kali dia menghubungi ingin bercerita melalui telepon, namun saya lebih sering menolaknya dengan sedikit kebohongan. Alasannya adalah saya tidak mau Awa bergantung kepada saya, saya ingin dia berubah karena dirinya sendiri. Tentu saya tidak melepasnya begitu saja, beberapa kali saya bertanya keadaannya. Dengan tindakan saya yang tidak menanggapinya, tujuan utamanya adalah agar Awa kembali kepada Allah. Bercerita dan berdoa kepadaNya, dan hanya bergantung kepadaNya. Alhasil..semua yang saya lakukan benar. Hanya beberapa minggu Awa dapat merubah semua kebutaannya akan cinta. Tidak hanya itu, Awa saat ini sudah mengenakan jilbab..Subhanallah. Inilah jalan yang diberikan olehNya untuk Awa. Melalui proses yang menyakitkan dan cukup untuk menghancurkan hatinya.

Alhamdulillah..dengan kemudahan yang Allah berikan kepada mereka, semua mengalami perubahan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kewajiban saya pun terpenuhi, meskipun kedua teman saya ini pasti membutuhkan saya lagi, namun Insya Allah saya siap. Dua teman saya ibarat kupu-kupu yang saya ceritakan sebelumnya, meskipun masih jauh dari keindahan. Namun arti dari sebuah proses itulah yang lebih berharga ketimbang hasil.  Semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa niat dan tindakan dari mereka sendiri. Saya hanya perantara atau mungkin sebagai prasarana. Semoga mereka bisa jauh lebih baik  dari sekarang..aamiin
Saat ini dua kupu-kupu ku sedang terbang menuju ke selatan. Mencari pencerahan untuk berubah menjadi kupu-kupu yang jauh lebih cantik dari sebelumnya. Banyak yang  saya harapkan, dan semakin banyak juga sesuatu yang harus saya lakukan. Sempat saya berpikir, apakah dua keindahan itu dapat bersatu serta menciptakan keindahan cinta dan cerita kehidupan yang lebih baik. Semoga..Aamiin


Instruktur Senam Gila Penuh Senyum

Assalamualaikum Wr. Wb..
24 Januari 2014, Jumat pagi ketika saya sudah berada di kantor ini. Selama sebulan dari tanggal 7 Januari 2014 saya memang sedang menjalani magang di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Yogyakarta untuk memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa hukum UNS. Dengan pakaian polo kerah yang bukan sama sekali style-ku dan training hitam bertuliskan karate di kanan dan kirinya yang anehnya saya belum pernah sama sekali belajar bela diri karate..saya siap untuk senam.

Lantunan musik dengan irama yang membuat badan kami lebih semangat sudah terdengar di gendang telinga dan merasuki tiap pori-pori kulit kami. Para pegawai yang lain sudah memenuhi tempat biasa yang digunakan oleh kami untuk senam, sementara beberapa teman magang saya masih belum datang, ya memang mereka lebih sering terlambat seperti hari biasanya. Para pegawai serta mahasiswa magang sudah membentuk barisan-barisan layaknya tentara nasional. Disini memang rutin diadakan senam pagi bahkan masuk ke dalam SKP (Sasaran Kerja Pegawai), sehingga instruktur senam selalu ada setiap jumat pagi untuk memimpin barisan senam. Instruktur senam itu sendiri selalu berganti tiap jumatnya, mungkin dengan alasan agar tidak cepat bosan. Jadi gerakan senamnya pun berubah-ubah dan tidak bisa dihafal karena gerakan senamnya mengikuti instruktur, sehingga tingkat kesulitan gerakan tergantung dengan tingkat kreatifitas instruktur senam. Saya pun menatap kedepan, menanti seperti apa instruktur senam jumat ini dan bagaimana gerakan senam hari ini.

Matahari masih tertutup awan abu gelap, namun tetap memberikan kehangatan melalui cahaya yang menembus melalui celahnya. Dan hari ini sang instruktur sudah berdiri siap dengan musiknya di depan barisan kami. Senyum yang lebar dengan barisan gigi yang sedikit menonjol keluar seakan merangkul seluruh barisan senam. Beberapa menit-menit pertama masih berjalan normal, diawali dengan gerakan-gerakan pembuka senam yang biasa disebut pemanasan. Menit selanjutnya, saat tempo musik semakin cepat..keanehan mulai terjadi *musik horor.

Gerakan yang mulanya masih dapat dikatakan senam yang “wajar” mulai menjadi senam yang tidak “wajar”. Muncul gerakan-gerakan yang tidak lazim dan menurut saya sangat aneh. Saat saya sadar senam ini adalah senam lansia. Astaga! Mendadak saya merasa 40tahun lebih tua. Saat saya mulai ragu untuk mengikuti instruktur gila yang selalu tersenyum dan mengeluarkan bunyi dari mulutnya di per setiap gerakannya itu, saya mencoba melihat sekitar. Alhasil, tidak hanya saya yang merasa aneh, namun hampir semua orang yang senam merasa aneh, hal tersebut dapat dilihat dari mukanya dengan satu alis yang terangkat. Semakin banyak gerakan aneh, semakin banyak juga bunyi bunyian yang dikeluarkan dari mulutnya, membuat saya berkesimpulan, INSTRUKTUR GILA!

Seharusnya dia tahu tempat, dimana dia memberikan senam. Dan seharusnya dia tahu dan melihat siapa peserta senamnya. HARUSNYA! Atau mungkin instruktur tersebut tidak memiliki gerakan lain? Bahkan musik pengiringnya itu sendiri pun aneh. Entah darimana dia berasal, yang jelas saya merasa kasihan ketika semua mata aneh peserta senam tertuju padanya.

Disatu sisi saya bangga kepadanya, karena dari 3 instruktur senam hanya dialah yang berbusana “sopan”. Instruktur yang sebelumnya mengenakan pakaian senam yang sangat ketat, dan sempat “mengeluarkan beberapa isi tubuhnya”. Selain itu, senyumnya yang tidak pernah dia lupakan serta semangatnya yang terus membara selama senam. Dan yang terakhir adalah kepercayaan dirinya yang lebih daripada lainnya. Dengan gerakan-gerakan absurd yang dia ciptakan, dia dapat meyakinkan orang lain untuk mengikutinya. Jika saya mungkin akan malu dengan apa yang saya ciptakan seperti itu.

Maaf yang ingin sekali saya ucapkan padanya, saya sudah berpikir negatif tentang dirinya. Padahal saya belajar sesuatu yang penting darinya, yaitu percaya diri dengan apa yang kita ciptakan sendiri. Dia lebih bisa menghargai, mensyukuri, dan memanfaatkan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Dan saya? Masih belum. Inilah mengapa saya bilang “jangan pernah menghakimi dari apa yang kalian lihat, coba dengarkan, rasakan, dan cari tahu kebenaran”.

Saya pun jadi teringat ibu saya, yang sangat senang sekali senam bahkan pernah dimintai oleh orang lain untuk menjadi instruktur senam. Rindu rasanya setelah beberapa bulan ini tidak bertemu. Mungkin saya akan lebih mengingatkan kepada ibu saya mengenai berpakaian dalam senam, agar ibu tidak dihakimi oleh orang orang yang hanya melihatnya seperti halnya diriku terhadap instruktur tersebut.

Senin, 27 Januari 2014

Terima Kasih Hujan

Pernah kalian merasakan seperti kotoran? Entah kotoran sapi atau kotoran kucing. Sekali lagi saya membuat diri saya sendiri menjadi tidak berharga. Perbuatan-perbuatan bodoh yang saya lakukan mengakibatkan kegelisahan dalam diri saya. Mungkin kembali lagi saya lupa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada saya. Namun ini memang cukup berat, atau mungkin saya yang berlebihan sehingga membuatnya menjadi lebih berat. Mungkin banyak yang bilang bahwa lebih baik saya melakukan hal  lain yang lebih penting daripada seperti ini. Mengeluh..siapa juga yang ingin melakukan hal ini, selain pecundang. Dalam kenyataannya banyak manusia termasuk saya di dalamnya yang sering mengeluh.

Entah apa yang membuat ini menjadi sulit untuk saya. Padahal banyak hal-hal sulit diluar sana yang telah saya buat menjadi mudah, meskipun hal sulit tersebut bukan masalahku melainkan masalah orang lain. Bak pahlawan bagi orang lain, namun tidak bisa menjadi pahlawan untuk diri sendiri..menyedihkan. Itulah mengapa saya sering mengatakan bahwa  

“dukun tidak dapat memperkaya dirinya sendiri, bahkan dokter pun juga bisa sakit dan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya, atau seperti tukang gali kubur yang tidak biisa menggali kuburannya sendiri ketika dia sudah mati".

Saya masih beruntung memiliki banyak sahabat, dan keluarga. Apa hal tersebut membantu? Kenyataannya tidak bisa membuat hati ini lebih tenang..senyum palsu yang hanya saya berikan kepada mereka. Menyembunyikan semua masalah ini seolah saya adalah manusia paling bahagia di depan mereka. Berharap mereka pun juga bisa berbahagia atas masalahnya. Logikanya, mana ada dokter yang sedang sakit, namun secara bersamaan menyembuhkan orang sakit lainnya. Sebenarnya apa masalahnya pun saya kurang paham..aneh memang.

Mungkin saya hanya sedang berada di ujung jalan dan tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Saya mempunyai tujuan namun seperti kata favorit saya di film 21 again yaitu "I Lost My Way". Pernah kalian merasa kehilangan jati diri kalian sendiri? Semacam perubahan dalam diri sendiri sehingga kehilangan jati diri yang dulu telah ada. Proses pendewasaan, menuju dewasa namun belum dewasa..itu yang dikatakan sahabat saya. Perubahan memang baik tetapi untuk apa jika tidak bisa menjadi diri sendiri? Klamufalse. Seolah saya mengenakan topeng dan membohongi diri sendiri. Mereka bilang saya pahlawan, namun saya merasa tidak lebih dari seorang laki-laki pengecut yang kalah oleh kenyataan. 
Mungkin harus saya sudahi tulisan ini sebelum saya menyalahkan takdir yang diberikanNya.  Disini saya diberi rasa kecewa ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Saya terus mencoba dan berusaha, namun semuanya diluar batas kemampuan dan tidak sesuai yang diharapkan. Saya kalah pada dunia. Mungkin jika ada malaikat disini saya akan banyak bertanya tentang takdir saya, karena semua yang saya lakukan selalu saja salah. Sebenarnya saya sadar, bahwa saya terlalu banyak mengeluh. Banyak bertanya dan mencari tahu soal takdir. Banyak mengada-ada dan berharap kepada takdir. Dan ketika semua tidak sesuai dengan harapan dan perjuangan, BLAM!!! Semua hancur!
Allah itu Maha Baik..memang saya tidak mendapatkan jawaban tentang bagaimana dan kemana jalan saya. Namun Allah mengirimkan hujan untuk saya dan saya belajar banyak dari hujan. Apa yang saya pelajari dari hujan?

Hujan..kemana mereka akan pergi? Kapan hujan akan turun? Tak ada jawaban pasti atas pertanyaan itu, yang jelas mungkin kita sama-sama tahu bahwa hujan pasti akan turun bila sudah waktunya dan hujan akan selalu pergi kemanapun alam membawanya. Apak hujan pernah bertanya tentang takdirnya? Kapan dia akan turun? Kemana dia akan jatuh?

Saya belajar sabar dari hujan, dimana hujan selalu sabar menunggu kapan mereka harus turun. Saya juga belajar tentang tawakal, ketika hujan menyerahkan semuanya kepada alam kemana mereka harus pergi. Dan saya juga tahu rasa ikhlas, karena hujan tidak pernah mengeluh atas semua yang mereka alami. Saya hanya harus seperti hujan yang selalu sabar, tawakal, dan ikhlas. Semua sudah ada jalannya bila memang sudah waktunya. Saya hanya harus menyiapkan semua kebutuhan saya untuk menjalani petualangan hidup seperti hujan yang selalu bersabar di langit mengumpulkan semua gumpalan air dalam awan untuk turun menjadi hujan dan melanjutkan petualangannya melewati tanah, sungai, laut dan kembali lagi ke langit.

Malam ini sendu, dan saya banyak belajar dari hujan..terimakasih hujan. Jika hujan dapat menulis blog, apakah mereka akan mengeluh hal yang sama tentang takdir? Alhamdulillah, melalui hujan saya diberi petunjuk disaat saya benar benar tersesat..

Mengapa Cinta itu Buta

 Mungkin tulisan ini pernah ditulis di blog orang lain tanpa menyebutkan sumber, saya tulis kembali karena saya menyukai cerita ini. Cerita ini sebenarnya pernah saya baca di dalam sebuah buku, namun saya lupa penulis dan judul bukunya. check this out!

Pada zaman dahulu, sebelum duni diciptakan seperti yang kita kenal sekarang dan manusia belum menginjakkan kakinya  di bumi, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan. Mereka tidak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daipada sebelumnya hingga suatu ketika KECERDIKAN mengemukan usul, 

“Mari kita bermain petak umpet” usul KECERDIKAN

Mereka semua menyukai ide tersebut. 

Tiba-tiba, KEGILAAN berteriak, “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!!”.

Karena tidak ada yang cukup gila untuk mencari KEGILAAN, semua setuju. KEGILAAN segera bersandar ke pohon dan mulai menghitung, “Satu..dua..tiga...”.

Sementara KEGILAAN menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tersebut bersembunyi. KELEMBUTAN menggantung dirinya di ujung bulan. PENGKHIANATAN bersembunyi ditumpukkan sampah. KASIH SAYANG bergulung di antara awan, dan NAFSU KEGAIRAHAN pergi ke tengah-tengah bumi. KEBOHONGAN berkata bahwa ia akan bersembunyi dibawah batu, tetapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, KETAMAKAN masuk ke dalam kantong yang kemudian ternyata dirobeknya karena tidak muat. 

Sementara, KEGILAAN masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan..delapan puluh..delapan puluh satu..”.

Ketika itu, semua sifat tersebut telah bersembunyi kecuali CINTA. Seperti keragu-raguan dalam CINTA, ia tidak bisa memutuskan ke mana harus bersembunyi. Ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan CINTA.

Pada saat KEGILAAN sampai pada hitungan keseratus, CINTA segera melompat bersembunyi  ke kebun bunga mawar.

Dengan bersemangat, KEGILAAN berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku datangi! Akan kutemukan kalian semua!”.

KEMALASAN yang pertama ditemukan karena ia bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi. Kemudian, secara hampir beruntun, KEGILAAN segera menemukan KELEMBUTAN di ujung bulan, KEBOHONGAN di dasar danau, dan NAFSU KEGAIRAHAN di tengah-tengah bumi. KEGILAAN menemukan mereka semua satu per satu, kecuali CINTA.

KEGILAAN mulai menjadi semakin gila karena putus asa unntuk menemukan CINTA. Namun, KECEMBURUAN  yang iri kepada CINTA karena belum juga ditemukan, berbisik kepada KEGILAAN, “Kau hanya perlu mencari CINTA yang bersembunyi di semak bunga mawar”.

KEGILAAN mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya ke arah semak bunga mawar. Ia terus menusuk-nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti. CINTA keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Diantara jari-jarinya, mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.

KEGILAAN yang terlalu bersemangat untuk menemukan CINTA tanpa sengaja telah melukai mata CINTA.

“Apa yang telah kulakukan! Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?” tanya KEGILAAN

Cinta menjawab, “Kau tidak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kau bersedia melakukan sesuatu untukku, kau bisa menjadi pemanduku”.

Semenjak itulah, CINTA itu buta, tetapi ia bisa melihat dalam kegelapan karena ia selalu didampingi oleh KEGILAAN.


AARGH!! Mata saya sakit setelah membaca hasil editnya..hahaha! Namanya juga lagi jatuh cinta, penuh warna! Selain itu, cinta itu mungkin memang terkadang buta, dan banyak manusia yang dibutakan oleh cinta. Lalu apa masalahnya? semua itu adalah warna dari bagian di dunia ini. Bukan karena dibutakan lalu kita tidak dapat mencintai, bukan itu. Bagaimana dengan orang orang yang terlahir dengan tidak bisa melihat? Apakah mereka tidak dapat mencintai? Apa yang mereka lihat? Coba tutup mata kalian dengan telapak tangan kalian, apa yang kalian lihat? Hitam? Bukankah itu warna?