Minggu, 19 April 2015

TRIP #2

Assalamualaikum wr.wb.
Sebenernya hati sedang risau karena galau, tapi karena makan tak enak tidur pun tak nyenyak gw akan mulai bercerita melanjutkan THE JOURNEY. Setelah kemarin gw bercerita TRIP #1, sekarang gw akan melanjutkan dalam TRIP #2. TRIP #2 ini spesial kayak martabak, liburan yang satu ini dilakukan dengan cara berbeda dari biasanya, yaitu liburan ala backpacker. Gw yakin kalian pembaca yang cerdas, penjelasan singkat dari gw, backpacker itu punya prinsip kalo liburan itu ga perlu mahal, murah tapi berkesan dan tak terlupakan. Biaya ditekan semurah mungkin, bahkan kalo bisa jadi gembel dan ngemis di tengah jalan *lebay hahaha. Catatan sedikit, kami belum bisa benar benar dibilang backpacker yang profesional karena masih ada banyak kesalahan kesalahan dalam backpackeran yang kami buat.

TRIP #2 ini dilakukan oleh 3 orang termasuk gw sendiri dan 2 orang teman gw. TRIP#2 ini memakan waktu 5 hari dan memiliki rute sebagai berikut: Solo-Bali-Solo. Sudah gw bilang ini perjalanan spesial, kelihatan nya sih cuma 2 kota, tapi sesungguhnya tidak seperti yang kalian pikir hahaha. Oke lah daripada kalian penasaran dan setan disamping saya juga penasaran *malam jumat ini woi! kita langsung mulai aja. Bismillah..

Sebelum ber backpackeran, packing itu penting! Sangat penting. Kurangnya alat/barang pasti menyebabkan masalah dan ujung ujungnya pasti keluar duit tambahan. Salah packing pun bisa menyebabkan tidak enaknya carrier di punggung, sehingga saat perjalanan carrier terasa berat dan sangat mengganggu. Maka harap diperhatikan baik baik packing yang benar, tau sendirilah itu carrier bakal seharian hinggap di punggung kalian hahaha. Berikut barang-barang yang gw bawa pas liburan kemarin.

-Carrier (pastilah carrier dibawa, masa mau pake kantong plastik gitu?)
-Payung (Bacpacker harus ingat pepatah: Sebelum hujan sedia payung)
-Mantel (Gak mungkin kan naik motor make payung?)
-Celana Pendek 3
-Kaos 4
-Kemeja 1
-Alat Mandi (Siapa bilang backpacker jorok?)
-Alat Sholat (Backpacker harus tetap ingat ibadah)
-Alat Komunikasi (HP/BB/WT/boleh make kaleng dikasi tali)
-Charger/Battere
-Kaos Kaki
-Camdig
-Gunting/Pisau Lipat/Cutter/Obeng/Linggis kalo perlu
-Obat-Obatan/Kotak P3K
 -Makanan/Minuman (biar lebih irit)

*Tips: Dalam packing, urutan memasukan barang ke dalam carrier adalah terbalik. Jadi, barang yang mau digunakan lebih dulu, dimasukan terakhir. Jadi barang yang digunakan diletakan secara berurutan. Kalo bisa benda benda berharga di masukan ke dalam carrier yang susah di jangkau atau bisa menggunakan tas ransel kecil. Mantel di bagian paling atas. Obat -obatan di bagian yang paling mudah dijangkau (kdigunakan saat darurat). Packing yang dikatakan sukses adalah ketika tas carier dapat berdiri tegak tanpa sandaran. Carierku aslinya bisa tegak, tapi karena hati ini butuh sandaran akhirnya begitu *melow*.



5 Januari 2013
Perjalanan dimulai dari kost an yang terletak di belakang UNS Solo. Kami lebih memilih naik taksi ke stasiun dengan pertimbangan praktis dan efektif meskipun kami tau betul kalo backpackeran ga boleh naik taksi, ibarat kata barang KW lah itu. Secara naik taksi 3 orang dari UNS ke Stasiun Jebres cuman 15rb dan itu dibagi 3, jadi 5rb per orang, sama kayak naik Batik Solo Trans (Bus Kota di Solo). Jadwal pemberangkatan kereta ekonomi Sri Tanjung yaitu 09.00 dan tercantum pada tiket seat 11 ABC yang telah menunggu kami sejak kereta berangkat dari Jogja. Harap harap cemas seperti menanti nilai UN keluar ketika kami bertanya tanya siapa yang akan duduk didepan seat kami nanti, karena hal tersebut akan menentukan tingkat kebosanan di dalam kereta nanti. Alhamdulillah, 3 laki laki SMA dengan kaos metal gambar tengkorak di dadanya. Deden, Rifki, dan Yuda, 3 anak laki laki ini yang menemani kami selama di perjalanan menuju Stasiun Banyuwangi. Mereka bertiga bertujuan ke Jember seusai liburannya di Jogja. Banyak hal yang kami lakukan bersama, mulai dari main kartu, makan, tidur hingga pipis bareng. Kami lebih banyak bertukar cerita tentang pengalaman serta dunia kami masing-masing. Musik metal, tips masuk Perguruan Tinggi, hunting foto, tempat liburan, tempat tinggal, serta tidak ketinggalan mengenai perempuan. Singkat cerita bersamaan menepinya matahari dan gelap datang, tepat pukul 8 pm semua senyum 3 anak itu berakhir dengan raut muka yang sedih. Perpisahan..mengakhiri perjumpaan kami di dalam kereta yang telah sampai di Stasiun Jember. Senyum yang lebar kami persembahkan untuk 3 anak itu agar mereka terus bersemangat mengejar mimpinya, dan semoga kita dapat bertemu lagi kawan!



 Selama perjalanan Solo-Banyuwangi kami melewati banyak stasiun. Stasiun stasiun tersebut antara lain:

Solo (start) - sragen - kedungbanteng - walikukun - kedunggalar - paron narat - madiun - caruban- nganjuk - kertosono - jombang - mojokerto - kedinding - kriun - sepanjang - wonokromo - gubeng - wonokromo (entah kenapa wonokromo lagi) - gedangan - sidoardjo - bangil - pasuruan - probolinggo - klakar - jatirono - tanggul - rambipuji - jember - kalisat - kalibaru - glenmore - sumberwadung - temuguruh - rojojampi - karangasem - banyuwangi (finish)

Berangkat pukul 9 pagi dari Stasiun Jebres sampai Banyuwangi pukul 11.50 tengah malam. Jika kalian bukan orang yang sabar menunggu, LEBIH BAIK JANGAN! Mungkin saya akan lebih memilih naik bus atau kendaraan pribadi untuk selanjutnya. Naik kereta ekonomi yang masih non AC selama 12 jam bila tidak bersama orang yang tepat, itu seperti dikunciin dikamar mandi.

 Muka bego teman saya Wahyu Ramdhani yang telah menghirup aroma toilet selama 6jam terakhir.
 Muka saya yang sampai jelek begitu. (padahal jelek sejak lahir)

Dari Stasiun Banyuwangi kami langsung menuju Pelabuhan Ketapang. Tidak perlu bingung untuk yang baru pertama kali, karena saat berjalan kaki ke pelabuhan biasanya berbarengan dengan orang yang cukup banyak, entah itu traveler, turis, atau penduduk. Hanya sekitar 6 menit berjalan kaki, kita sudah sampai di pelabuhan, jadi tidak perlu naik angkutan, becak, atau ojek.


Cahyo Wisnu narsis di pelabuhan

6 Januari 2013
Sudah memasuki WITA dan bukan lagi WIB. Dengan tiket yang sudah ditangan kami segera naik Kapal Ferry yang sebagian besar penumpangnya mamang-mamang. Jadi harus berhati-hati untuk yang membawa barang-barang berharga. Saran saya untuk perempuan tidak perlu menggunakan pakaian seksi disini dan tidak perlu mengeluarkan gadget atau benda berharga lainnya jika tidak ingin semua  bola mata mamang mamang seram itu menuju padamu. Start pukul 00:00 dan berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk pukul 00:45. Disini kalian tidak perlu panik atau bingung, ikuti saja rombongan yang berjalan menuju pintu keluar pelabuhan. Disana kita pasti akan dimintai KTP atau SIM untuk di cek. Setelah itu langsung saja cari bus besar yang biasanya bernama "Gunung Harta" atau "Dahlia Indah" yang menuju Terminal Mengi. Perjalanan yang cukup jauh ditempuh selama 3 jam dengan kecepatan dan supir yang cukup gila (Jika anda Bismania pasti senang). Jalanan naik turun gunung seperti sirkuit. Tau film "Initial D"? nah di film itu kan ada mobil Toyota AE86 yang balapan, nah kalo di Indonesia ada Bus 1525 dengan chasis panjang turun gunung yang balapan haha. Tapi tenang, semua supir nampak sudah ahli dan berpengalaman..so kemungkinan kecelakaan kecil dan semua tergantung takdir Allah SWT. Jadi saran saya jangan lupa berdoa sebelum naik bus hehe.

 Suasana di dalam kapal ferry. Live karaoke bersama mamang mamang kece.
Hot Seat di atas Bus Dahlia Indah yang sedang membalap Gunung Harta di depannya. (Info: Speed 90km/jam hahahaha)

 Sesampainya di Terminal Mengi sekitar pukul 3 pagi WITA. Dan disana kita akan disuguhi puluhan calo, entah calo taksi, atau calo angkot. Disini pasti akan galau, naik angkot yang bayar 20rb atau taksi yang bayar 30rb. Saran saya lebih pilih naik angkot yang masih bisa ditawar, apalagi jika kalian pergi dengan jumlah orang lebih dari 6-10orang. Itu lebih menguntungkan karena bisa menyewa 1 angkot secara langsung dan harganya pun bisa borongan sekitar 10-15rb/orang. Naik taksi dengan ongkos 30rb/orang enak? Siapa bilang? Meskipun diantar sampai hotel atau penginapan, percaya atau tidak didalam taksi sedan tersebut ada 6 orang di dalamnya.

Sebagai backpacker yang seharusnya bisa hemat menginap di pombensin, tapi kami lebih memilih homestay. Pukul 7 am...Sesampainya di Homestay yang beralamat di jalan sesetan (untuk info homestay bisa hubungi saya, karena homestay tersebut milik bos teman saya jadi disewakan hanya untuk orang yang mereka kenal saja) kita langsung istirahat tidur sembari berberes barang.

14:29 WITA - Mencari makan dan langsung menuju Penon dan Museum sembari menguji dua motor yang kami sewa untuk 3 hari. Saran saya, bawa GPS, Map, dan jangan malu bertanya kepada penduduk. Ready For Sunset Kuta Beach..menunggu, duduk diam, dan bernafas sambil melihat matahari yang terus turun menghampiri garis laut. Ini yang saya suka, bukan alkohol, bar, atau bule berbikini (tapi sedikit boleh lah).


 Ini bukan bule berbikini! Ini Cahyo!
 Nah ini sunset not perfect..but better lah..

Di Kuta ada Mall yang cukup besar dan keren. Cocok buat kalian yang gaul dan berduit banyak. Apalagi buat duduk diner bareng kekasih *hopeless*. Jalan jalan ke mall bukan tabiat saya, tapi mau bagaimana lagi ketika teman memaksa jalan jalan melihat barang barang mahal dan bagus yang dijual disana. 20.23 WITA sudah bisa bobo nyenyak setelah makan malam bersama dua teman kami di salah satu tempat makan terkenal di Bali.

 Ini namanya ayam betutu *yummy*
Yang ini namanya sate lilit khas bali..saya makan ini..rasanya enak!!

Sekedar saran, makan beginian cukup mahal antara 20-50rb/porsi. Jadi alangkah baiknya, pesan 1 porsi dibagi dua atau tiga orang. BUKAN PELIT, TAPI HEMAT! Duitnya bisa digunakan buat hal lain..

"Wahyu ini apa?" *pegaaang*. Foto unsur paksaan ini jadi jangan mengira bahwa saya se mesum itu. (dikit gapapa ya?)


7 Januari 2013
Ada SUNSET maka ada SUNRISE! Hay matahari, aku dataaang..teriak jam 4 pagi di Homestay. Sanur adalah tujuan kami berikutnya. Subhanallah...MENDUNG!!!!! Saya tidak dapat mengambil gambar apa-apa, selain ini...





14:37 WITA..Kami otw TANAH LOT dari Sukowati. Ingat bawa GPS, atau MAP. Sukowati itu semacam tempat belanja oleh-oleh. Harganya relatif menengah kebawah. Ada pakaian, makanan, hingga barang barang seni yang berbentuk aneh aneh hingga ada yang berbentuk seperti kelamin. Sukowati-Tanah Lot lumayan jauh, jadi harus makan siang dulu. Kami menemukan warung yang menjual nasi bungkus semacam warung HIK di Solo. Satu bungkus 3rb lumayan buat ganjal perut sampai malam. Tiket masuk Tanah Lot 12rb/orang. Dan apa yang kami dapat? HUJAAAAAAAAAN! Dan beberapa turis cantik berkulit putih dan bermata sipit *love it*. Ini beberapa foto yang kami dapat di Tanah Lot..

 Mirip Wahyuuuuu... :D




 Ini mirip patungnyaaa..hahaha *eh kebalik, ini Wahyu*
Sedih, inilah sunset yang seharusnya jadi moment indah di Tanah Lot...


BERSAMBUNG..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar