Senin, 27 Januari 2014

Mengapa Cinta itu Buta

 Mungkin tulisan ini pernah ditulis di blog orang lain tanpa menyebutkan sumber, saya tulis kembali karena saya menyukai cerita ini. Cerita ini sebenarnya pernah saya baca di dalam sebuah buku, namun saya lupa penulis dan judul bukunya. check this out!

Pada zaman dahulu, sebelum duni diciptakan seperti yang kita kenal sekarang dan manusia belum menginjakkan kakinya  di bumi, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan. Mereka tidak tahu apa yang hendak dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi daipada sebelumnya hingga suatu ketika KECERDIKAN mengemukan usul, 

“Mari kita bermain petak umpet” usul KECERDIKAN

Mereka semua menyukai ide tersebut. 

Tiba-tiba, KEGILAAN berteriak, “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!!”.

Karena tidak ada yang cukup gila untuk mencari KEGILAAN, semua setuju. KEGILAAN segera bersandar ke pohon dan mulai menghitung, “Satu..dua..tiga...”.

Sementara KEGILAAN menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan tersebut bersembunyi. KELEMBUTAN menggantung dirinya di ujung bulan. PENGKHIANATAN bersembunyi ditumpukkan sampah. KASIH SAYANG bergulung di antara awan, dan NAFSU KEGAIRAHAN pergi ke tengah-tengah bumi. KEBOHONGAN berkata bahwa ia akan bersembunyi dibawah batu, tetapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau. Sementara itu, KETAMAKAN masuk ke dalam kantong yang kemudian ternyata dirobeknya karena tidak muat. 

Sementara, KEGILAAN masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan..delapan puluh..delapan puluh satu..”.

Ketika itu, semua sifat tersebut telah bersembunyi kecuali CINTA. Seperti keragu-raguan dalam CINTA, ia tidak bisa memutuskan ke mana harus bersembunyi. Ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa sulitnya menyembunyikan CINTA.

Pada saat KEGILAAN sampai pada hitungan keseratus, CINTA segera melompat bersembunyi  ke kebun bunga mawar.

Dengan bersemangat, KEGILAAN berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, ini aku datangi! Akan kutemukan kalian semua!”.

KEMALASAN yang pertama ditemukan karena ia bahkan tidak punya energi untuk mencoba bersembunyi. Kemudian, secara hampir beruntun, KEGILAAN segera menemukan KELEMBUTAN di ujung bulan, KEBOHONGAN di dasar danau, dan NAFSU KEGAIRAHAN di tengah-tengah bumi. KEGILAAN menemukan mereka semua satu per satu, kecuali CINTA.

KEGILAAN mulai menjadi semakin gila karena putus asa unntuk menemukan CINTA. Namun, KECEMBURUAN  yang iri kepada CINTA karena belum juga ditemukan, berbisik kepada KEGILAAN, “Kau hanya perlu mencari CINTA yang bersembunyi di semak bunga mawar”.

KEGILAAN mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya ke arah semak bunga mawar. Ia terus menusuk-nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti. CINTA keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Diantara jari-jarinya, mengalir darah segar yang ternyata berasal dari kedua belah matanya.

KEGILAAN yang terlalu bersemangat untuk menemukan CINTA tanpa sengaja telah melukai mata CINTA.

“Apa yang telah kulakukan! Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?” tanya KEGILAAN

Cinta menjawab, “Kau tidak mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kau bersedia melakukan sesuatu untukku, kau bisa menjadi pemanduku”.

Semenjak itulah, CINTA itu buta, tetapi ia bisa melihat dalam kegelapan karena ia selalu didampingi oleh KEGILAAN.


AARGH!! Mata saya sakit setelah membaca hasil editnya..hahaha! Namanya juga lagi jatuh cinta, penuh warna! Selain itu, cinta itu mungkin memang terkadang buta, dan banyak manusia yang dibutakan oleh cinta. Lalu apa masalahnya? semua itu adalah warna dari bagian di dunia ini. Bukan karena dibutakan lalu kita tidak dapat mencintai, bukan itu. Bagaimana dengan orang orang yang terlahir dengan tidak bisa melihat? Apakah mereka tidak dapat mencintai? Apa yang mereka lihat? Coba tutup mata kalian dengan telapak tangan kalian, apa yang kalian lihat? Hitam? Bukankah itu warna?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar