Mungkin tulisan ini pernah ditulis di blog orang lain tanpa menyebutkan sumber, saya tulis kembali karena saya menyukai cerita ini. Cerita ini sebenarnya pernah saya baca di dalam sebuah buku, namun saya lupa penulis dan judul bukunya. check this out!
Pada zaman dahulu, sebelum duni diciptakan seperti yang kita
kenal sekarang dan manusia belum menginjakkan kakinya di bumi, semua sifat kebaikan dan kejahatan
berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan. Mereka tidak tahu apa yang hendak
dilakukan.
Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih bosan lagi
daipada sebelumnya hingga suatu ketika KECERDIKAN mengemukan usul,
“Mari kita
bermain petak umpet” usul KECERDIKAN.
Mereka semua menyukai ide tersebut.
Tiba-tiba, KEGILAAN
berteriak, “Aku ingin menghitung, biar aku saja yang menghitung!!”.
Karena tidak ada yang cukup gila untuk
mencari KEGILAAN, semua setuju. KEGILAAN segera bersandar ke pohon dan mulai
menghitung, “Satu..dua..tiga...”.
Sementara KEGILAAN menghitung, semua sifat kebaikan dan
kejahatan tersebut bersembunyi. KELEMBUTAN menggantung dirinya di ujung bulan.
PENGKHIANATAN bersembunyi ditumpukkan sampah. KASIH SAYANG bergulung di antara
awan, dan NAFSU KEGAIRAHAN pergi ke tengah-tengah bumi. KEBOHONGAN berkata
bahwa ia akan bersembunyi dibawah batu, tetapi ternyata justru bersembunyi di
dasar danau. Sementara itu, KETAMAKAN masuk ke dalam kantong yang kemudian
ternyata dirobeknya karena tidak muat.
Sementara, KEGILAAN masih terus
menghitung, “Tujuh puluh sembilan..delapan puluh..delapan puluh satu..”.
Ketika itu, semua sifat tersebut telah bersembunyi kecuali
CINTA. Seperti keragu-raguan dalam CINTA, ia tidak bisa memutuskan ke mana
harus bersembunyi. Ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua tahu betapa
sulitnya menyembunyikan CINTA.
Pada saat KEGILAAN sampai pada hitungan keseratus, CINTA
segera melompat bersembunyi ke kebun
bunga mawar.
Dengan bersemangat, KEGILAAN berbalik dan berteriak, “Bersiaplah,
ini aku datangi! Akan kutemukan kalian semua!”.
KEMALASAN yang pertama ditemukan karena ia bahkan tidak punya
energi untuk mencoba bersembunyi. Kemudian, secara hampir beruntun, KEGILAAN
segera menemukan KELEMBUTAN di ujung bulan, KEBOHONGAN di dasar danau, dan
NAFSU KEGAIRAHAN di tengah-tengah bumi. KEGILAAN menemukan mereka semua satu
per satu, kecuali CINTA.
KEGILAAN mulai menjadi semakin gila karena putus asa unntuk
menemukan CINTA. Namun, KECEMBURUAN yang
iri kepada CINTA karena belum juga ditemukan, berbisik kepada KEGILAAN, “Kau
hanya perlu mencari CINTA yang bersembunyi di semak bunga mawar”.
KEGILAAN mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya ke
arah semak bunga mawar. Ia terus menusuk-nusuk sampai terdengar suara tangis
memilukan yang membuatnya berhenti. CINTA keluar dari persembunyiannya sambil
menutup mukanya dengan tangan. Diantara jari-jarinya, mengalir darah segar yang
ternyata berasal dari kedua belah matanya.
KEGILAAN yang terlalu bersemangat untuk menemukan CINTA
tanpa sengaja telah melukai mata CINTA.
“Apa yang telah kulakukan! Aku telah
membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?” tanya KEGILAAN
Cinta menjawab, “Kau tidak mungkin memperbaikinya. Tapi
kalau kau bersedia melakukan sesuatu untukku, kau bisa menjadi pemanduku”.
Semenjak itulah, CINTA itu buta, tetapi ia bisa melihat
dalam kegelapan karena ia selalu didampingi oleh KEGILAAN.
AARGH!! Mata saya sakit setelah membaca hasil editnya..hahaha! Namanya juga lagi jatuh cinta, penuh warna! Selain itu, cinta itu mungkin memang terkadang buta, dan banyak manusia yang dibutakan oleh cinta. Lalu apa masalahnya? semua itu adalah warna dari bagian di dunia ini. Bukan karena dibutakan lalu kita tidak dapat mencintai, bukan itu. Bagaimana dengan orang orang yang terlahir dengan tidak bisa melihat? Apakah mereka tidak dapat mencintai? Apa yang mereka lihat? Coba tutup mata kalian dengan telapak tangan kalian, apa yang kalian lihat? Hitam? Bukankah itu warna?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar