Mata ini masih membentuk garis lengkung hitam
Jiwa masih belum juga kembali sejak semalam
Namun kaki ini entah sudah melangkah kemana
Datang baja beroda empat dengan sesosok bidadari di dalamnya
Alamak! Dia adalah kakak dari sahabatku
Perempuan yang cuek, riang, seksi dan semaunya sendiri
Sosok itu yang aku kagumkan dari wanita berambut cokelat itu
Bukan cinta, hanya aku suka dengan semua yang ada pada dirinya
Dua tahun sudah aku menunggu kesempatan ini
Tujuh tahun sejak pertama kali aku melihatnya
Dengan warna berbeda, antara biru dan abu-abu
Dirumah seluas peternakan itu aku merasa hanya berdua dengannya
Jangankan orang lain, bahkan serangga kecilpu tidak kuanggap ada
Hanya dia dan dia, tidak ada yang lain
Mataku hanya melihat matanya
Dengan jersey tim meriam dari inggris
Dia terlihat sedikit lebih seksi dan manis
Dengan gayanya yang seolah dunia miliknya
Dasar sialan, sahabatku sendiri justru menganggu
Seolah dia tidak mau kakaknya di telanjangi dengan mataku
Seketika dia datang menghampiri karena dipanggil oleh sahabatku
Bangsat, dia kearahku! Keringat membajiri sel kulitku
Entah dia berkata apa, hanya melihat mulutnya yang tebal
Aku ingin lari dan mencari gedung tertinggi di kota ini
Loncat dan mati dan segera berenkarnasi dan menjadi sosok yang lebih tua dari sekarang
Bodoh, itu tidak mungkin terjadi
Lemas! Dasar pecundang, mengagumi dan takut akan kecantikan!
Seandainya dia mengenakan hijab yang membungkus rambutnya yang indah
Mungkin aku tidak akan pernah bisa menulis ini
Mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar